Saat ini adalah bulan Mei. Sebuah bulan yang amat
penting bagi Indonesia. Sebuah bulan yang menjadi tonggak Pendidikan Nasional
Indonesia dan sekaligus menjadi tonggak Kebangkitan Nasional Indonesia. Dengan
pendidikan dan kebangkitan mari kita bangun Indonesia Raya.
Ki Hajar Dewantara mewariskan pendidikan sebagai
sarana untuk mendidik generasi yang bertanggung jawab, merdeka, dan peduli. Tut
Wuri Handayani. Pendidikan memiliki daya dobrak yang besar meraih kemajuan. Ing
Madya Mangun Karso. Dalam tantangan dunia nyata, pendidikan mewujudkan cita-cita
luhur yang suci. Ing Ngarso Sung Tuladha. Pendidikan melahirkan
pemimpin-pemimpin yang menjadi teladan rakyat.
Budi Utomo mendorong Indonesia bangkit dengan
berbudi luhur. Pengabdian, perjuangan, pembelaan kepada tanah air yang akan
mendorong bangkitnya negeri tercinta ini.
Berkaca kepada sejarah leluhur, kita jadi malu
menatap kondisi nyata negeri ini.
Setiap bulan Mei, pendidikan kita selalu ramai
dengan masalah bocoran ujian nasional. Bukannya kita mengenang pendidikan
nasional yang luhur yang dirintis pendahulu kita. Tetapi negeri ini justru
terpuruk dengan isu kecurangan dalam sistem pendidikan nasional.
Akankah keterpurukan pendidikan itu mendorong
bangkitnya Indonesia?
Tidak!
Kita membutuhkan pendidikan yang berkualitas
untuk bangkit. Meski pendidikan kita sedang kacau tetapi tetap masih menyisakan
sudut-sudut bersinar. Di ujung negeri ini masih ada pendidikan luhur yang
menjanjikan kebangkitan nasional. Dengan kesabaran, pendidikan luhur itu perlu
kita tularkan ke pendidikan nasional lebih luas. Dengan penuh harapan, melalui
pendidikan bangkitlah, bangunlah Indonesia Raya.
Selamat Hari Pendidikan Nasional!

menurut saya pendidikan di Indonesia sistem nya salah, kenapa kita tidak berkaca dari sistem pendidikan nya Finlandia yg tidak mengadakan UN tidak terlalu membebani Siswa nya dengan tugas, membiarkan siswa nya memilih pelajaran yg ingin diujikan.
BalasHapusMungkin dengan begitu pendidikan di Indonesia jadi lebih baik